Home » » Catatan Kesalahan Mukhlis Basyah Bupati Aceh Besar

Catatan Kesalahan Mukhlis Basyah Bupati Aceh Besar

Written By irhabi on Thursday, May 16, 2013 | 1:21 AM

Aceh Besar

Hari ini aku menerima kiriman email dari seseorang di Aceh Besar, tulisannya tidak banyak bercerita hanya menyampaikan keluh kesah tentang sistem pemerintahan di Aceh Besar, inilah tulisan singkatnya

Aku tidak tau dari mana aku harus memulainya, jika aku orang kaya pasti aku telah mencari tempat yang sedikit lebih nyaman dari Kabupaten Aceh Besar tempat tinggalku sekarang.

Tadi pagi seperti biasanya aku memanaskan sepeda motorku untuk siap-siap menuju kekampusku untuk menimba ilmu. Sudah menjadi rutinitas keluarga aku bangun jam 5 karena kami memang harus berlomba dengan waktu, ibuku seorang guru di sebuah SMP yang letaknya agak jauh dari rumah, adik perempuanku yang pertama duduk di kelas III Sekolah Menengah Pertama, dan adik ku yang kedua masih kelas VI SD dan setiap pagi aku mengantar adikku kesekolah dan Ibu ku sebelum berangkat sudah harus menyiapkan hidangan sarapan pagi. Bappakku adalah seorang PNS yang sekarang sudah dibangku panjangkan karena entah mengapa.

Semenjak Bapakku di copot jabatannya hidup kami agak morat-marit, karena Bapak gajinya tidak seberapa lagi karena mengambil kredit untuk beli rumah dan gaji ibu hanya cukup untuk keperluan kami sehari-hari. Sehingga akupun tidak berani lagi banyak menuntut dan kadang-kadang aku harus kuliah tanpa uang jajan.

Aku tidak mau banyak bercerita aku hanya ingin bertanya kepada Mukhlis Basah, megapa Bapkku harus dibangku pangjangkan? pada menurut orang-orang kampung mengatakan bapakku bukanlah orang yang suka mengkorup uang kantor terbukti untuk buat rumah saya Bapak mesti kredit.

Suatu hari aku beranikan bertanya pada Bapak mengapa dia dibangku panjangkan, sambil menarik nafas panjang Bapak berkata,

"Bapak dibangku panjangkan, karena tidak mendukung salah satu partai dan Bapak di Fitnah oleh orang-orang yang tidak suka terhadap Bapak dan dikatakan Bapak benci pada partai tersebut".

Itulah penjelasan singkat Bapak padaku dan aku tidak berani bertanya lebih dari itu

Yang menjadi pertanyaan ku sekarang, jika memang Bapak tidak mendukung partai tersebut cukupkah alasan untuk dicopot dari jabatannya?. Bukankah PNS harus netral tidak boleh mendukung salah satu partai?.

Yang aneh lagi jika memang mereka idealis dengan sumpah partainya, bahwa tidak boleh memakai orang yang berseberangan mengapa justru mereka yang mengkhianati? Bukankah mereka bilang dulu akan mengembalikan marwah aceh sebagaimana masa indatu?. Tapi kenapa mereka sekarang justru yang jadi pengkhianat? berikut ini adalah beberapa contoh pengkhiantan mereka :
 
  1. Mengangkat Pejabat Eselon III untuk camat dari pegawai yang pernah dibangku panjangkan di Dinas Perhubunagn Aceh Besar karena ketangkap basah berselingkuh padahal dia sudah punya istri.
  2. Melantik pejabat eselon II dari pegawai yang pernah dibangku panjangkan, dan pejabat ini adalah pendukung Irwandi di masa pilkada lalu.
  3. Melantik Pejabat Eselon II yang terlibat isu perselingkuhan dengan salah satu pegawai di Dinas Pendidikan Aceh Besar.
  4. Dalam mutasi di aceh besar Mukhlis Basah, lebih mendengarkan bisikan cuak-cuak dari pada mendengar pendapat dari Baperjakab.
  5. Mukhlis Basah merencanakan pemindahan ibu kota kabupaten aceh besar ke kuta malaka, dengan alasan letak tidak strategis, padahal dibalik itu semua ada rencana untuk menjual tanah dia dengan alasan pembebasan.
  6. Dan masih banyak lagi yang akan segera saya kirimkan ke pengelola blog ini

Ada apa dengan ini semua? semoga Allah memberi keadilan pada Bapak Saya, dan Ingat wahai orang-orang yang telah menzalimi Bapak Ku, ALLAH TIDAK PERNAH TIDUR DAN TIDAK PERNAH LUPA, bertaubatlah sebelum Allah Melaknat kalian.

Wassalam
Jika ada Kritik, Saran, Sumbangan Tulisan kirimkan ke irhabi07@gmail.com rahasia akan sangat dijaga, karena pengelola berdomisili di Luar Negeri

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

About

Total Pageviews

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BERITA ACEH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger